Friday, May 2, 2014

Mengenal Ringkas Antonin Dvorak

Antonin Dvorak (lahir di Nelahozeves, dekat Praha (saat itu wilayah Kekaisaran Austria, 8 September 1841 – meninggal 1 Mei 1904 pada umur 62 tahun) adalah seorang komponis Ceko dari aliran musik romantik. Ia berhasil menggabungkan nada-nada musik rakyat dengan musik simfoni dan musik kamar.

Antonin Dvořák dilahirkan pada 8 September 1841 di Nelahozeves, dekat Praha (saat itu wilayah Kekaisaran Austria, kini wilayah Republik Ceko), dan di sana ia melewati sebagian besar masa hidupnya. Ayahnya adalah seorang jagal, pemilik rumah penginapan, dan pemain zither profesional. Sejak awal orangtua Antonín menyadari bakat musiknya, dan ia mendapatkan pendidikan musiknya yang paling pertama di sekolah desa yang mulai ia masuki pada 1847. Ia belajar musik di satu-satunya Sekolah Orgel Praha pada akhir tahun 1850-an, dan pelan-pelan berkembang menjadi seorang pemain biola dan viola yang sukses. Sepanjang tahun 1860-an ia memainkan viola di Orkestra Teater Daerah Bohemia, yang sejak 1866 dipimpin oleh Bedřich Smetana. Karena kebutuhan menambah penghasilannya dengan mengajar, Dvořák hanya punya awktu yang terbatas, dan pada 1871 ia meninggalkan permainannya di orkestra agar ia mempunyai waktu untuk membuat komposisi. Pada saat itu, Dvořák jatuh cinta dengan salah seorang muridnya dan menulis sebuah siklus lagu Cypress Trees, yang mengungkapkan kekecewaannya karena ia telah menikah dengan lelaki lain. Namun ia segera mengatasi kemurungannya, dan pada 1873 ia menikahi adik perempuan itu, Anna Cermakova.

Sekitar masa ini, Dvořák mulai terkenal sebagai seorang komponis penting. Ia menjadi pemain orgel di Gereja St. Adalbert, Praha, dan mulai menghasilkan banyak komposisi. Pada 1877, kritikus Eduard Hanslick menyampaikan kepadanya bahwa musiknya telah menarik perhatian Johannes Brahms. Brahms menghubungi penerbit musik Simrock, yang kemudian menugasi Dvořák membuat Slavonic Dances. Komposisi yang dibuat pada 1878 ini segera memperoleh sukses. Karya Dvořák Stabat Mater (1880) dipertunjukkan di luar negeri, dan setelah sukses di London pada 1883, Dvořák diundang untuk berkunjung ke Inggris dan di sana ia mendapatkan pujian luas pada 1884. Simfoni no. 7nya dibuat berdasarkan pesanan untuk London. Komposisi ini pertama kali ditampilkan pada 1885. Pada 1891 Dvořák mendapatkan gelar kehormatan dari Universitas Cambridge, dan karyanya Requiem Mass ditampilkan belakangan tahun itu di Birmingham.

Seperti yang ditulis Dvořák: "Saya lihat saya tidak mampu menggubah sebuah Concerto untuk seseorang yang pandai; saya harus memikirkan hal-hal lain." Sebaliknya, apa yang dipikirkan Dvořák dan diciptakannya adalah sebuah concerto dengan nilai-nilai simfonis yang luar biasa; di sini piano memainkan peranan utama di dalam orkestra dan bukan sebagai tandingannya.

Concerto untuk Biola dan Orkestra dalam A minor, Op. 53 adalah yang kedua dari tiga concerto yang digubah Dvořák. Ia telah berjumpa dengan pemain biola besar, Joseph Joachim pada 1878 dan memutuskan untuk menggubah sebuah concerto untuknya. Ia menyelesaikannya pada 1879, tetapi Joachim merasa skeptis tentang karya itu. Ia adalah seorang pemain musik klasik yang murni, dan ia keberatan dengan karya inter alia Dvořák atau pemotongannya yang mendadak pada movement pertama keseluruhan orkestranya. Ia juga tidak menyukai kenyataan bahwa rekapitulasinya juga dipotong pendek dan bahwa bagian itu langsung diikuti oleh movement yang lamban. Ia tidak pernah benar-benar memainkan gubahan itu. Concerto itu pertama kali dimainkan pada 1883 oleh pemain biola František Ondříček di Praha, yang kemudian memainkannya dalam debutnya di Wina dan London.

Concerto ini digubah dalam tiga movement yang klasik. Movement yang kedua (lambat) khususnya dipuji karena lirisismenya. Concerto untuk Cello dan Orchestra dalam B minor, Op. 104 adalah gubahan terakhir dari tiga concerto Dvořák. Ia menggubahnya pada 1894-1895 untuk temannya, cellis Hanuš Wihan. Wihan dan lain-lainnya telah lama memintanya menggubah sebuah cello concerto, namun Dvořák selalu menolak, dan mengatakan bahwa cello adalah sebuah alat musik orkestra yang indah namun sama sekali tidak memadai untuk sebuah concerto tunggal.

Dvořák menggubah concerto ini di New York sementara ia menjadi Direktur Konservatorium Nasional. Pada 1894 Victor Herbert, yang saat itu juga mengajar di Konservatorium itu, telah menggubah sebuah cello concerto dan menyajikannya dalam serangkaian konser. Dvořák menghadiri sekurang-kurangya dua pertunjukan cello concerto Victor Herbert dan terilhamkan untuk memenuhi permintaan Wihan akan sebuah cello concerto.

Cello concerto Dvořák pertama kali dipertunjukkan di London pada 16 Maret 1896 dengan cellis Inggris, Leo Stern. Concerto ini mendapatkan sambutan hangat. Brahms berkata tentang karya ini: "Andaikan saya tahu bahwa orang dapat menggubah cello concerto seperti ini, tentu saya sudah mengarangnya sejak dulu-dulu!".

Sambutan terhadap Dvořák sebagai komponis simfoni dan konserto memberikan kepadanya keinginan yang kuat untuk mengarang opera. Dari semua operanya, hanya Rusalka dan, hingga batas tertentu, Kate and the Devil, yang banyak dimainkan di panggung-panggung opera masa kini di luar Republik Ceko. Ini sebagian disebabkan karena perhatian mereka yang tidak merata, sebagian karena librettinya yang tidak memadai, dan barangkali juga sebagian karena tuntutan-tuntutan pementasannya - The Jacobin, Armida,, Wanda dan Dimitrij membutuhkan panggung-panggung yang cukup besar untuk menggambarkan pasukan-pasukan yang menyerbu.

Dirigen kelahiran Jerman, Gerd Albrecht, telah memimpin banyak opera Dvořák dengan label Orfeo dan Supraphon. Hanya opera Dvořák King Alfred yang kini tidak tersedia. Dvořák mempunyai hubungan sanak keluarga yang jauh dengan August Dvorak (5 Mei 1894 – 10 Oktober 1975), seorang perwira angkatan laut Amerika, yang menciptakan susunan alternatif untuk tuts mesin tik pada tahun 1930-an.


~Fredi Hadi Astono~

Mengenal Ringkas Albrecht I of Germany

Albrecht I dari Jerman. (Juli 1255 – 1 Mei 1308) merupakan Raja Romawi dan Adipati Agung Austria, putra sulung Raja Jerman Rudolf I dari Habsburg dan istri pertamanya Gertrud dari Hohenberg.

Pada tahun 1282 ayahnya, penguasa Jerman pertama dari Wangsa Habsburg, menginvestasikannya dan adiknya Rudolph II dengan wilayah adipati Austria dan Stiria, yang ia sita dari Raja sebelumnya Ottokar II dari Bohemia. Pada tahun 1283 Perjanjian Rheinfelden ayahnya mempercayakan Albrecht dengan pemerintahan tunggal mereka, dan Rudolf II harus dikompensasi oleh Austria Selanjutnya wilayah Habsburg. Albrecht dan menteri Swabianya muncul untuk memerintah wilayah adipati dengan sukses, mengatasi perlawanan dari bangsawan setempat.

Raja Rudolf I tidak dapat mengamankan suksesi atas tahta Jerman untuk putranya, terutama sejak ketidaksukaan yang ditimbulkan oleh putra Raja Ottokar Václav II dari Bohemia, dan rencana untuk menempatkan Albrecht sebagai pewaris Raja yang dibunuh László IV dari Hongaria tahun 1290 juga gagal. Setelah kematian Rudolf tahun 1291, Pemilih Pangeran, mencemaskan kekuasaan Albrecht dan implementasi penguasa turun temurun, memilih Pangeran Adolph dari Nassau-Weilburg sebagai Raja Romawi. Sebuah peningkatan dikalangan keluarga Stirianya memaksa Albrecht untuk mengakui kekuasaannya, dan untuk mengurung dirinya sendiri atas waktu kepada pemerintahan wilayah Habsburg di Wina.

Albrecht berusaha untuk memainkan urusan penting di dalam urusan-urusan Eropa. Ia pertama-tama cenderung untuk menekan pertengkaran dengan Kerajaan Perancis atas perbatasan Burgundia, namun penolakan Paus Bonifasius VIII untuk mengakui pemilihannya untuk mengganti kebijakannya, dan, tahun 1299, ia membuat sebuah perjanjian dengan Raja Philippe IV, dengan siapa putranya Rudolf menikahi Blanche, putri raja Perancis.

Ia di dalam perjalanan untuk menekan suatu pemberontakan di Swabia ketika ia tewas terbunuh pada tanggal 1 Mei 1308, di Windisch di Sungai Reuss, dengan keponakannya Adipati Johann, setelah itu disebut "Parricida " atau "Johann Parricida", yang ia ambil dari warisannya.

Pada tahun 1274 Albrecht menikahi Elisabeth, putri Pangeran Meinhard II Tirol, yang merupakan keturunan Babenberg margrave Austria yang mendahului pemerintahan Habsburg. Nama baptisnya Leopold, santo pelindung Margrave Austria, diberikan kepada salah satu putranya. Elisabeth sebenarnya lebih baik berhubungan dengan para pemimpin Jerman yang perkasa daripada suaminya: seorang keturunan raja-raja pendahulu, contohnya Kaisar Heinrich IV, ia juga adalah keponakan Wittelsbach para adipati Bayern, tetangga penting Austria.


~Fredi Hadi Astono~

Mengenal Ringkas Rudolf I of Germany

Rudolf I dari Jerman yang juga dikenal sebagai Rudolf dari Habsburg (bahasa Jerman: Rudolf von Habsburg, bahasa Latin: Rudolphus) (1 Mei 1218 – 15 Juli 1291) merupakan Raja Romawi dari tahun 1273 sampai kematiannya. Ia memainkan peranan penting di dalam meningkatkan Wangsa Habsburg ke posisi memimpin di antara permusuhan berbagai wangsa kerajaan. Aslinya pangeran Swabia, ia merupakan anggota keluarga Habsburg yang pertama yang mendapatkan wilayah adipati Austria dan Stiria, wilayah-wilayah yang akan tinggal dibawah pemerintahan Habsburg selama lebih dari 600 tahun dan akan membentuk jantung penguasa Wangsa Habsburg dan yang sekarang negara Austria.

Rudolf merupakan putra Pangeran Albrecht IV dari Habsburg dan Hedwig, putri Pangeran Ulrich dari Kyburg, dilahirkan di Puri Limburg dekat Sasbach am Kaiserstuhl di dalam wilayah Breisgau. Setelah kematian ayahnya pada tahun 1239, ia mewarisi harta yang besar dari ayahnya disekitar kedudukan leluhur di Puri Habsburg di dalam wilayah Aargau yang sekarang Swiss juga Alsace. Pada tahun 1245 Rudolf menikahi Gertrud, putri Pangeran Burkhard III dari Hohenberg. Akibatnya, ia menjadi kaki tangan yang penting di Swabia, bekas batang provinsi Alemannik Jerman.

Rudolf sering mengunjungi istana ayah angkatnya, Hohenstaufen Kaisar Friedrich II, dan kesetiaannya kepada Friedrich dan putranya, Raja Konrad IV dari Jerman, diberikan banyak jaminan tanah. Pada tahun 1254, ia dikucilkan oleh Paus Innosensius IV sebagai pendukung Raja Konrad, karena konflik politik di dalam Kerajaan, yang memerintah Kerajaan Sisilia dan ingin mendirikan kembali kekuasaannya di dalam Kerajaan Italia, terutama di wilayah Lombardia, dan kepausan, yang negaranya terletak di antara dan dicemaskan akan melampau kekuasaannya oleh Kaisar.

Kekacauan di Jerman selama masa peralihan pemerintahan setelah dinasti Hohenstaufen jatuh membuka kesempatan untuk Pangeran Rudolph untuk meningkatkan kekuasaannya. Istrinya merupakan pewaris Hohenberg; dan atas kematian paman maternalnya yang tidak memiliki keturunan, Pangeran Hartmann IV dari Kyburg pada tahun 1264, ia juga menyita hartanya yang berharga. Permusuhan dengan Uskup-uskup Strasbourg dan Basel lebih jauh ditambah kekayaan dan reputasinya, termasuk hak-hak atas berbagai sistem wilayah yang ia beli dari kepala biara dan dengan yang lainnya.

Rudolf dimahkotai di Katedral Aachen pada tanggal 24 Oktober 1273. Untuk memenangkan kembali Paus, Rudolf mengumumkan seluruh hak-hak kerajaan di Roma, wilayah kepausan, dan Sisilia, dan berjanji untuk memimpin sebuah Perang Salib baru. Paus Gregorius X, dibalik protes Otakar, bukan hanya diakui oleh Rudolph sendiri, namun dibujuk oleh Raja Alfonso X dari Kastilia (cucu laki-laki Philipp dari Swabia yang lain), yang terpilih (anti-)raja Jerman pada tahun 1257 sebagai pewaris Pangeran Willem II dari Holland, untuk melakukan hal yang sama. Kemudian, Rudolf melampaui kedua pewaris wangsa Hohenstaufen yang tadinya ia layani dengan sangat setia.

Pada tahun 1281 istri pertamanya wafat. Pada tanggal 5 Pebruari 1284, ia menikahi Isabelle, putri Adipati Hugues IV dari Burgundia, negara tetangga kerajaan di bagian barat di dalam Kerajaan Perancis.

Rudolf tidak begitu berhasil di dalam memulihkan kedamaian internal. Perintah-perintah dengan pasti dikeluarkan untuk mendirikan wilayah-wilayah damai di Bayern, Franken dan Swabia, dan setelah itu untuk seluruh kerajaan. Namun raja kekurangan kekuasaan, sumber daya atau penentuan untuk memaksa mereka, meskipun di bulan Desember 1289 ia memimpin sebuah ekspedisi ke Thüringen dimana ia menghancurkan sejumlah puri perampok.

Pada tahun 1291, ia berupaya untuk menjaga pemilihan putranya Albrecht sebagai Raja Jerman. Akan tetapi, para pemilih menolak menuntut ketidakmampuan untuk mendukung dua raja, namun di dalam kenyataan, mungkin curiga dari meningkatnya kekuatan wangsa Habsburg. Setelah Rudolf mereka memilih Pangeran Adolf dari Nassau.

Rudolf meninggal di Speyer pada tanggal 15 Juli 1291, dan dimakamkan di Katedral Speyer. Meskipun ia memiliki keluarga besar, ia hanya memiliki seorang putra, Albrecht, setelah itu Raja Jerman Albrecht I. Banyak dari putri-putrinya yang hidup lebih lama darinya, kecuali Katharina yang meninggal pada tahun 1282 ketika melahirkan dan Hedwig yang meninggal pada tahun 1285/6.

Pemerintahan Rudolf yang paling dikenal adalah dengan mendirikan Wangsa Habsburg sebagai wangsa yang berkuasa di bagian tenggara kerajaan. Di dalam wilayah-wilayah lainnya, berabad-abad lamanya menolak otoritas kerajaan sejak masa-masa Penobatan Kontroversi dilanjutkan, dan sebagian besar pangeran dibiarkan dengan wilayah mereka sendiri.


~Fredi Hadi Astono~

Mengenal Ringkas Matilda of Scotland

Matilda of Scotland (Matilda dari Skotlandia). (lahir tahun 1080 – 1 Mei 1118), dilahirkan sebagai Edith, merupakan istri pertama dan ratu Henry I dari Inggris.

Matilda dilahirkan sekitar tahun 1080 di Dunfermline, putri Malcolm III dari Skotlandia dengan Santa Margaret. Ia dikristenkan (baptis) Edith, dan Robert Curthose berdiri sebagai bapak baptisnya di dalam upacara. Ratu Matilda, permaisuri William sang Penakluk, juga hadir di dalam upacara baptis dan mungkin adalah ibu baptisnya.

Ketika ia berusia enam tahun, Matilda dari Skotlandia (atau Edith yang mungkin adalah panggilannya pada masa itu) dan saudara perempuannya Mary dikirim ke Biara Romsey, dekat Southampton, ketika bibi mereka Cristina adalah kepala biaranya. Selama ia tinggal di Romsey dan, kadang-kadang sebelum tahun 1093, di Biara Wilton, kedua institusi dikenal untuk belajar, puteri Skotlandia banyak dicari sebagai seorang pengantin; menolak lamaran dari William de Warenne, Earl Kedua dari Surrey, dan Alan Rufus, Lord dari Richmond. Hériman dari Tournai bahkan menuntut bahwa William II Rufus dianggap menikahinya.

Ia meninggalkan biara pada tahun 1093, ketika Anselm, Uskup Agung Canterbury, menulis kepada Uskup Salisbury memerintahkan bahwa putri Raja Skotlandia kembali ke dalam biara yang ditinggalkannya.

Setelah kematian misterius William II Rufus di bulan Agustus 1100, saudara lelakinya, Henry, segera merampas harta kerajaan dan mahkota. Tugas selanjutnya adalah menikah dan pilihan Henry adalah Matilda. Karena Matilda menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam sebuah biara, ada beberapa kontroversi tentang apakah dia merupakan seorang biarawati dan dengan demikian kanonis tidak memenuhi syarat untuk menikah. Henry meminta izin untuk pernikahan tersebut dari Uskup Agung Anselm, yang kembali ke Inggris di bulan September 1100 setelah pengasingan yang lama. Mengaku dirinya tidak dapat memutuskan sebuah masalah berat sendiri, Anselm memanggil seorang dewan uskup untuk memutuskan kesahan kanonis dari lamaran pernikahan tersebut. Matilda bersaksi bahwa ia tak pernah mengambil sumpah suci, bersikeras bahwa orang tuanya telah mengirimnya dan saudara perempuannya ke Inggris dengan tujuan belajar, dan bibinya Cristina telah mencadarinya untuk melindunginya "dari nafsu para Norman." Matilda mengklaim bahwa ia telah menanggalkan cadarnya dan menginjaknya, dan bibinya telah memukuli dan memarahinya atas tindakan yang dilakukannya itu. Dewan tersebut menyimpulkan bahwa Matilda bukan seorang biarawati, tidak pernah dan orangtuanya tidak pernah bermaksud untuk menjadikan salah satunya, memberikan restu untuk pernikahan tersebut.

Matilda dan Henry sepertinya sudah saling kenal sebelum pernikahan mereka — William dari Malmesbury menyatakan bahwa Henry telah "lama terpaut" olehnya, dan Orderic Vitalis berkata bahwa Henry telah "lama memuja" karakter Edith.

Ibunya adalah saudara perempuan Edgar Ætheling, dinyatakan sebagai Raja Inggris namun tidak dimahkotai setelah Harold, dan melaluinya, Matilda keturunan dari Edmund Ironside dan kemudian dari keluarga kerajaan Wessex, yang pada abad ke-10, telah menjadi keluarga kerajaan Inggris bersatu. Hal ini sangat penting mengingat Henry ingin menjadikan dirinya sendiri lebih populer dikalangan rakyat Inggris dan Matilda mempersembahkan Dinasti Inggris kuno. Di dalam anak-anak mereka, Dinasti Norman dan Inggris akan bersatu. Keuntungan lainnya adalah Inggris dan Scotlandia akan menjadi lebih dekat secara politik; tiga dari saudara lelakinya menjadi raja Scotlandia di dalam suksesi dan biasanya bersahabat terhadap Henry dari Inggris selama periode ini dari perpecahan kedamaian antara dua negara: Alexander menikahi salah satu putri tak sah Henry I dan David hidup selama beberapa lama sebelum aksesi di dalam istana Henry.

Setelah Matilda dan Henry menikah pada tanggal 11 Nopember 1100 di Biara Westminster oleh Uskup Agung Anselm dari Canterbury, ia dimahkotai sebagai "Matilda", nama terkemuka Norman. Ia melahirkan seorang putri, Matilda, di bulan Pebruari 1102, dan seorang putra, William, dipanggil "Adelin", di bulan Nopember 1103.

Sebagai Ratu, ia mengatur istananya terutama di Westminster, namun ditemani suaminya di dalam perjalanannya mengelilingi Inggris, dan, pada tahun 1106–1107, kemungkinan mengunjungi Normandia bersamanya. Ia juga bekerja di dalam kapasitas wali-regal ketika Henry absen. Istananya dipenuhi oleh para pemusik dan pujangga; ia menugaskan seorang biarawan, mungkin Thurgot, untuk menulis sebuah biografi ibunya, Santa Margaret. Ia adalah seorang ratu yang aktif dan, seperti ibunya, dikenal akan pengabdiannya kepada agama dan orang-orang miskin. William dari Malmesbury menggambarkannya bertelanjang kaki menghadiri gereja di Lent, dan mencuci kakinya dan mencium tangan-tangan orang yang sakit. Dia juga menyebarluaskan ekstensif mahar dan dikenal sebagai pelindung seni, khususnya musik.

Setelah Matilda meninggal pada tanggal 1 Mei 1118 di Istana Westminster, ia dimakamkan di Westminster Abbey. Kematian putra tunggalnya, William Adelin, di dalam bencana tragis Kapal Putih (Nopember 1120) dan kegagalan Henry untuk menghasilkan keturunan laki-laki yang sah dari penikahannya yang kedua mengantar krisis suksesi Anarki.

Setelah kematiannya, ia dikenang oleh subyeknya sebagai "Matilda Ratu yang baik" dan "Matilda memori yang diberkati", dan pada saat ia dikuduskan, meskipun ia tak pernah dikanonisasikan.


~Fredi Hadi Astono~

Mengenal Ringkas David Lloyd George

David Lloyd George. (lahir 17 Januari 1863 – meninggal 26 Maret 1945 pada umur 82 tahun) adalah seorang politisi Liberal dan negarawan Britania Raya. Dia menjadi Perdana Menteri Britania Raya dan pemimpin pemerintahan koalisi pada masa perang antara tahun 1916 hingga 1922 dan merupakan Pemimpin Partai Liberal pada tahun 1926-1931.

Selama masa jabatannya yang panjang, terutama sebagai Chancellor of the Exchequer, Lloyd George adalah seorang tokoh kunci dalam pengenalan reformasi yang meletakkan dasar-dasar negara kesejahteraan modern bagi Britania Raya. Dia adalah pemimpin Liberal terakhir yang menjabat sebagai Perdana Menteri, perdana menteri koalisinya mendapat dukungan yang lebih besar dari Konservatif daripada dukungan dari Liberal, dan perpecahan yang terjadi berikutnya merupakan faktor kunci yang menyebabkan melemahnya kekuatan Partai Liberal sebagai kekuatan politik yang dominan. Saat ia menjadi Pemimpin Partai Liberal satu dekade kemudian, ia tidak lagi mampu untuk memimpin Liberal mencapai kejayaan ataupun untuk menduduki kembali kursi Perdana Menteri.

Lloyd George dikenal sebagai Perdana Menteri (1916-1922) yang menghantarkan Imperium Britania memasuki kancah Perang Dunia I dan meraih kemenangan atas Jerman dan sekutunya. Dia adalah tokoh utama yang berperan dalam Konferensi Perdamaian Paris pada tahun 1919 yang mengatur kembali perdamaian dunia setelah terjadinya Perang Besar. Lloyd George adalah seorang evangelis yang taat dan ikon liberalisme pada abad ke-20. Ia dianggap sebagai pendiri negara kesejahteraan dan telah menciptakan dampak yang lebih besar terhadap kehidupan publik di Britania Raya dibandingkan dengan pemimpin abad ke-20 lainnya.

Sebelum menjadi Perdana Menteri, Lloyd George berprofesi sebagai pengacara. Ia merupakan satu-satunya Perdana Menteri Britania Raya yang berasal dari Wales dan juga satu-satunya Perdana Menteri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, setelah bahasa Wales. Lloyd George terpilih sebagai Perdana Menteri Britania Raya terhebat ketiga dari abad ke-20 dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh 139 akademisi dari MORI, dan pada tahun 2002 ia dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang Britania terhebat setelah pemungutan suara di seluruh Britania Raya.


~Fredi Hadi Astono~