Matilda of Scotland (Matilda dari Skotlandia). (lahir tahun 1080 – 1 Mei 1118), dilahirkan sebagai Edith, merupakan istri pertama dan ratu Henry I dari Inggris.
Matilda dilahirkan sekitar tahun 1080 di Dunfermline, putri Malcolm III dari Skotlandia dengan Santa Margaret. Ia dikristenkan (baptis) Edith, dan Robert Curthose berdiri sebagai bapak baptisnya di dalam upacara. Ratu Matilda, permaisuri William sang Penakluk, juga hadir di dalam upacara baptis dan mungkin adalah ibu baptisnya.
Ketika ia berusia enam tahun, Matilda dari Skotlandia (atau Edith
yang mungkin adalah panggilannya pada masa itu) dan saudara perempuannya
Mary dikirim ke Biara Romsey, dekat Southampton, ketika bibi mereka Cristina adalah kepala biaranya. Selama ia tinggal di Romsey dan, kadang-kadang sebelum tahun 1093, di Biara Wilton, kedua institusi dikenal untuk belajar, puteri Skotlandia banyak dicari sebagai seorang pengantin; menolak lamaran dari William de Warenne, Earl Kedua dari Surrey, dan Alan Rufus, Lord dari Richmond. Hériman dari Tournai bahkan menuntut bahwa William II Rufus dianggap menikahinya.
Ia meninggalkan biara pada tahun 1093, ketika Anselm, Uskup Agung Canterbury, menulis kepada Uskup Salisbury memerintahkan bahwa putri Raja Skotlandia kembali ke dalam biara yang ditinggalkannya.
Setelah kematian misterius William II Rufus di bulan Agustus 1100,
saudara lelakinya, Henry, segera merampas harta kerajaan dan mahkota.
Tugas selanjutnya adalah menikah dan pilihan Henry adalah Matilda.
Karena Matilda menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam sebuah
biara, ada beberapa kontroversi tentang apakah dia merupakan seorang
biarawati dan dengan demikian kanonis tidak memenuhi syarat untuk
menikah. Henry meminta izin untuk pernikahan tersebut dari Uskup Agung
Anselm, yang kembali ke Inggris
di bulan September 1100 setelah pengasingan yang lama. Mengaku dirinya
tidak dapat memutuskan sebuah masalah berat sendiri, Anselm memanggil
seorang dewan uskup
untuk memutuskan kesahan kanonis dari lamaran pernikahan tersebut.
Matilda bersaksi bahwa ia tak pernah mengambil sumpah suci, bersikeras
bahwa orang tuanya telah mengirimnya dan saudara perempuannya ke Inggris
dengan tujuan belajar, dan bibinya Cristina telah mencadarinya untuk
melindunginya "dari nafsu para Norman."
Matilda mengklaim bahwa ia telah menanggalkan cadarnya dan
menginjaknya, dan bibinya telah memukuli dan memarahinya atas tindakan
yang dilakukannya itu. Dewan tersebut menyimpulkan bahwa Matilda bukan
seorang biarawati, tidak pernah dan orangtuanya tidak pernah bermaksud
untuk menjadikan salah satunya, memberikan restu untuk pernikahan
tersebut.
Matilda dan Henry sepertinya sudah saling kenal sebelum pernikahan mereka — William dari Malmesbury menyatakan bahwa Henry telah "lama terpaut" olehnya, dan Orderic Vitalis berkata bahwa Henry telah "lama memuja" karakter Edith.
Ibunya adalah saudara perempuan Edgar Ætheling, dinyatakan sebagai Raja Inggris namun tidak dimahkotai setelah Harold, dan melaluinya, Matilda keturunan dari Edmund Ironside dan kemudian dari keluarga kerajaan Wessex,
yang pada abad ke-10, telah menjadi keluarga kerajaan Inggris bersatu.
Hal ini sangat penting mengingat Henry ingin menjadikan dirinya sendiri
lebih populer dikalangan rakyat Inggris dan Matilda mempersembahkan
Dinasti Inggris kuno. Di dalam anak-anak mereka, Dinasti Norman dan
Inggris akan bersatu. Keuntungan lainnya adalah Inggris dan Scotlandia
akan menjadi lebih dekat secara politik; tiga dari saudara lelakinya
menjadi raja Scotlandia di dalam suksesi dan biasanya bersahabat
terhadap Henry dari Inggris selama periode ini dari perpecahan kedamaian
antara dua negara: Alexander menikahi salah satu putri tak sah Henry I dan David hidup selama beberapa lama sebelum aksesi di dalam istana Henry.
Setelah Matilda dan Henry menikah pada tanggal 11 Nopember 1100 di Biara Westminster oleh Uskup Agung Anselm dari Canterbury, ia dimahkotai sebagai "Matilda", nama terkemuka Norman. Ia melahirkan seorang putri, Matilda, di bulan Pebruari 1102, dan seorang putra, William, dipanggil "Adelin", di bulan Nopember 1103.
Sebagai Ratu, ia mengatur istananya terutama di Westminster, namun ditemani suaminya di dalam perjalanannya mengelilingi Inggris, dan, pada tahun 1106–1107, kemungkinan mengunjungi Normandia
bersamanya. Ia juga bekerja di dalam kapasitas wali-regal ketika Henry
absen. Istananya dipenuhi oleh para pemusik dan pujangga; ia menugaskan
seorang biarawan, mungkin Thurgot, untuk menulis sebuah biografi ibunya, Santa Margaret. Ia adalah seorang ratu yang aktif dan, seperti ibunya, dikenal akan pengabdiannya kepada agama dan orang-orang miskin. William dari Malmesbury menggambarkannya bertelanjang kaki menghadiri gereja di Lent,
dan mencuci kakinya dan mencium tangan-tangan orang yang sakit. Dia
juga menyebarluaskan ekstensif mahar dan dikenal sebagai pelindung seni,
khususnya musik.
Setelah Matilda meninggal pada tanggal 1 Mei 1118 di Istana Westminster, ia dimakamkan di Westminster Abbey. Kematian putra tunggalnya, William Adelin, di dalam bencana tragis Kapal Putih
(Nopember 1120) dan kegagalan Henry untuk menghasilkan keturunan
laki-laki yang sah dari penikahannya yang kedua mengantar krisis suksesi
Anarki.
Setelah kematiannya, ia dikenang oleh subyeknya sebagai "Matilda Ratu
yang baik" dan "Matilda memori yang diberkati", dan pada saat ia
dikuduskan, meskipun ia tak pernah dikanonisasikan.
Sumber Referensi: Matilda dari Skotlandia di Wikipedia Bahasa Indonesia
~Fredi Hadi Astono~
No comments:
Post a Comment